Jumat, 18 Maret 2011

KEBERAGAMAAN BUDAYA PADA ZAMAN MODERN



Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Kalian akan dapat melihat perubahan itu setelah membandingkan keadaan pada beberapa waktu lalu dengan keadaan sekarang. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.
Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi  organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto, 1990).
Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah sistem hubungan dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar sel. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan (Davis, 1960). Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto (1990), kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat, maka perubahan kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut. Soemardjan (1982), mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Latar belakang

Pertama-tama perlu saya kemukakan bahwa  masih banyak di antara masyarakat awam kita yang mengartikan “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.
Dan di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara  cara tertentu membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif nya sendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai – nilai Budaya kita oleh pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita.
Oleh karena itu, untuk  meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya  pengem­bangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi, revitalisasi, refung­sionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan, sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya seni.  Di sinilah awal dari kesenian menjadi kekayaan budaya dan “modal sosial-kultural” masyarakat.
Pembahasan masalah
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.

1. Kekuatan
§  Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.
§  Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki cirri khas yang unik.
§  Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

2. Kelemahan
§  Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.
§  Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
§  Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.

3. Peluang
§  Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya
Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.
§  Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.
§  Kemajuan pariwisata
Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan  budaya yang mungkin terjadi.
§  Multikuturalisme
Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.

4. Tantangan
§  Perubahan lingkungan alam dan fisik
Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah
§  Kemajuan Teknologi
Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya.
§  Masuknya Budaya Asing
Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.
Perubahan budaya dan arus globalisasi mengakibatkan beberapa budaya tersingkirkan
Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya.
Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi.
Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.
Peran mahasiswa dalam kebudayaan
Kita sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya luar.Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.
Optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan ekstrakulikuler. Jalur Intrakurikuler dilakukan dengan menjadikan seni dan budaya daerah sebagai substansi mata kuliah; sedangkan jalur ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui pemanfaatan unit kegiatan mahasiswa (UKM) kesenian dan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.

a.        Jalur Intrakurikuler
Untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah diperlukan adanya pemahaman mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah. Tanpa adanya pemahaman yang baik terhadap hal itu, mustahil mahasiswa dapat menjalankan peran itu dengan baik.  Peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah dapat dilakukan melalui jalur intrakurikuler; artinya seni dan budaya daerah dijadikan sebagai salah satu substansi atau materi pembelajaran dalam satu mata kuliah atau dijadikan sebagai mata kuliah. Kemungkinan yang pertama dapat dilakukan melalui mata kuliah  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) bagi mahasiswa program studi eksakta, dan Ilmu Budaya Dasar dan Antropologi Budaya bagi mahasiswa program studi ilmu sosial. Dalam dua mata kuliah itu terdapat beberapa pokok bahasan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah yaitu tentang manusia dan kebudayaan, manusia dan peradaban, dan manusia, sains teknologi, dan sen.Kemungkinan yang kedua tampaknya telah diakomodasi dalam kurikulum program studi-program studi yang termasuk dalam rumpun ilmu budaya seperti program studi di lingkungan Fakultas Sastra atau Fakultas Ilmu Budaya. Beberapa mata kuliah yang secara khusus dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap seni dan budaya daerah adalah Masyarakat dan Kesenian Indonesia, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, dan Masyarakat dan Kebudayaan Pesisir. Melalui mata kuliah-mata kuliah itu, mahasiswa dapat diberi penugasan untuk melihat, memahami, mengapresiasi, mendokumentasi, dan membahas seni dan budaya daerah. Dengan kegiatan-kegiatan semacam itu pemahaman mahasiswa terhadap seni dan budaya daearah akan meningkat yang juga telah melakukan pelestarian.
Jalur intrakurikuler lainnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman bahkan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa-mahasiswa yang telah mendapatkan pemahaman yang mencukupi terhadap seni dan budaya daerah dapat berkiprah langsung dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya daerah. Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang merupakan bentuk lain dari KKN telah digunakan untuk berperan serta dalam pelestarian dan  pengembangan seni dan budaya daerah. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, khususnya yang berasal dari program studi Sejarah, dalam tiga tahun terakhir sebagian telah membantu merevitalisasi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Semarang, misalnya batik Semarang, arsitektur Semarang, dan membantu mempromosikan perkumpulan Wayang Orang Ngesthi Pandhawa.

b.        Jalur Ekstrakurikuler
Pembentukan dan pemanfaatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa (Daerah Lainnya) merupakan langkah lain yang dapat ditempuh untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Sehubungan dengan hal itu, pimpinan perguruan tinggi perlu mendorong pembentukan UKM Kesenian Daerah. Lembaga kemahasiswaan itu merupakan wahana yang sangat strategis untuk upaya-upaya tersebut, karena mereka adalah mahasiswa yang benar-benar berminat dan berbakat dalam bidang seni tradisi. Latihan-latihan secara rutin sebagai salah satu bentuk kegiatan UKM kesenian daerah (Jawa misalnya) yang pada gilirannya akan berujung pada pementasan atau pergelaran merupakan bentuk nyata dari pelestarian seni dan budaya daerah.
Forum-forum festival seni mahasiswa semacam Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (Peksiminas) merupakan wahana yang lain untuk pengoptimalan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Kesimpulan

Dari Penulisan Makalah ini saya dapat menyimpulkan Bahwa Perubahan Dinamis dan arus Globalisasi yang tinggi menyebabkan Masyarakat kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki banyak dan beragam kebudayaan kurang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan budaya lokal kita ini dalam memperkokoh ketahanan Budaya Bangsa. Padahal sesungguhnya Budaya Lokal yang kita miliki ini dapat menjadikan kita lebih bernilai dibandingkan bangsa lain karena betapa berharganya nilai – nilai budaya lokal yang ada di negara ini. Untuk itu seharusnya kita bisa lebih tanggap dan peduli lagi terhadap semua kebudayaan yang ada di indonesia ini. Selain itu kita harus memahami arti kebudayaan serta menjadikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa.Agar budaya kita tetap terjaga dan tidak diambil oleh bangsa lain. Karena kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya itu dan tidak pula dimiliki oleh bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.

PENGARUH IPTEK TERHADAP BUDAYA
Indonesia yang sedang diuji jati dirinya sebagai sebuah bangsa yang merdeka, dalam arti bagi sebuah negara yang yang belum memiliki sebuah fondasi yang kokoh dalam pembangunan sumber daya manusianya akan cenderung menelan mentah-mentah budaya negara lain yang mengakibatkan semakin hilangnya indentitas lokal negara. Pusaran IPTEK menendang nasionalisme jauh ke pinggiran. Nasionalisme menjadi tidak relevan lagi. Di masa lalu modal terkait erat dengan rakyat. Dia memiliki tanggung jawab sosial untuk menghidupi seluruh rakyat. Namun kini, banyak yang melupakan kebudayaan bangsa akibat perilaku terhadap IPTEK. IPTEK tidak hanya menimbulkan persoalan di bidang kebudayaan. Kebudayaan kerap dikaitkan dengan teritori tertentu. Ruang membentuk identitas budaya. Ini berarti nasionalisme Indonesia pun dibangun oleh kebudayaan Indonesia yang berada dalam batas-batas geografis tertentu. Itu pemahaman kebudayaan di masa lalu. Globalisasi telah banyak mengubah tatanan identitas budaya lokal. Kini tidak sedikit anak-anak muda yang lebih menggemari terampilbreak dance seperti yang terlihat ditelevisi daripada jaipongan, atau lebih mahir bermain band rock N roll, daripada menabuh gamelan. Kita juga bisa menyaksikan orang barat yang menjadi dalang dan piawai memetik kecapi.. nasionalisme menjadi ideologi yang kedaluarsa. Jadi bisa dikatakan bahwa nasionalisme merupakan pencarian identitas lokal (nasional) dibawah pengaruh globalisasi.
banyak orang merasa tidak percaya diri dan kehilangan orientasi diri. Usaha untuk memperkukuh budaya asli Indonesia dirasa pelu dan penting untuk terus dikaji dan dikembangkan demi kehidupan yang lebih baik dan modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai budaya asli bangsa.  bahwa budaya global yang di dominasi budaya barat sangat berpengaruh terhadap budaya lokal dan dijadikan semacam model yang selanjutnya diekspresikan dalam gaya hidup. Proses membaurnya budaya Barat ini menimbulkan keterasingan bagi budaya lokal itu sendiri, dan berpotensi untuk terjadinya proses dekonstruksi budaya. Nilai-nilai modern budaya barat yang positif dapat diambil secara progresif yang diorientasikan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa harus mengarah ke westernisasi. Hal ini dikarenakan westernisasi memiliki potensi untuk mendegradasikan nilai-nilai budaya lokal yang yang kondusif. Dengan adanya proses adaptasi budaya inilah diharapkan akan tercipta Budaya Indonesia yang maju, unggul, yang menuju demokrasi berani berkompetisi dalam persaingan global. dalam Budaya lokal yang terbentuk secara alamiah, sesuai kodrat dan fitroh manusia mengandung nilai-nilai luhur sehungga dapat dijadikan pedoman untuk sebagi fondasi dalam mengembangkan modernisasi budaya lokal. dan selalu berbuat baik. Pengembangan nilai-nilai budaya tradisonal dan lokal sejalan dengan konsep multikultural dalam membangun identitas diri  yang disebut “budaya Indonesia“ yang nyata dan beragam. Dalam kehidupan nasional keragaman budaya budaya masyarakat itu, seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bersamaan dengan itu membiarkan masyarakat pendukungnya menggunakan bahasa daerah berdampingan dengan bahasa nasional. Sesungguhnya setiap kebudayaan memberikan warna dilihat dari perspektif Antropologi. Telaah kritis berkenaan dengan kepribadian dalam kebudayaan ini dapat menyentuh isu-isu utama seputar bagaimana bangsa Indonesia terus dapat berkembang menjadi bangsa yang kian maju, stabil, demokratis dan sejahtera, diatas landasan nilai, kepribadian dan jati dirinya, serta sosok masyarakat seperti apa yang hendak kita tuju? Menghadapi kerasnya dimensi dalam percaturan global serta menghadapi kuatnya gejala disintegrasi nasional, sebuah bangsa harus membangun sendiri kekuatan, ketahanan dan pranata persatuan dan kesatuannya, agar bangsa yang bersangkutan tetap tegak, dan bergerak maju. Upaya bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan sistem nilai, kepribadian dan jati dirinya, perlu diletakkan dalam konteks berkepribadian dalam kebudayaan. Adalah benar bahwa budaya itu adalah dinamis, terus berkembang dan “in the making”, tetapi tidak berarti nilai, jati diri dan warisan nasional boleh dicabut dan ditinggalkan. Memandang Globalisasi dari sudut pandang yang lebih luas berarti menuju kehidupan yang rasionalitas dalam berfikir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah sisi positif yang dapat kita apresiasi. Memang Globalisasi tidak dapat dielakkan berjalan sesuai perkembangan masa dan zaman. Hidup memang bagaimana kita membuat mekanisme kontrol energi untuk bertahan hidup demikian diungkapkan L.A.WHITE.
Mengutip perkataan Bung Karno, bagi sebuah bangsa yang sedang berjuang tak ada kata akhir perjalanan, maka yang ada adalah perjuangan yang tiada henti menuju satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa pemersatu, satu Indonesia.


Jumat, 25 Februari 2011

BUDAYA DARI PRESPREKTIF SEJARAH

 KEBUDAYAAN MESIR

Penduduk Mesir purba sendiri menjejak asal keturunan mereka kepada tanah yang mereka kenali sebagai Punt, atau "Ta Nteru" ("Tanah Dewa-dewa"). Suatu  suatu masa dahulu, ia biasanya diagak sebagai terletak di apa yang sekarang ini dikenali sebagai persisiran Somalia, Punt sekarang ini dipercayai sebagai terletak samaada di selatan Sudan atau Eritrea. Sejarah Mesir purba sebenar bermula dengan Mesir sebagai negara bersatu, yang berlaku pada satu ketika sekitar 3000 SM, walaupun bukti arkeologi menunjukkan bahawa masyarakat Mesir maju mungkin telah wujud untuk tempoh yang lebih lama.
Untuk memahami bagaimana kebudayaan Mesir Kuno, harus dipahami dulu kepercayaan mereka, walaupun tidak semua karya-karya seni mereka dipersembahkan untuk agama, namun semua karya-karya itu ditemukan di makam-makam dan di kuil-kuil. Kepercayaan mereka bahwa orang mati itu masih punya kehidupan, sehingga orang yang mati suka diawetkan yaitu “Mummi” yang ditempatkan pada makam yang indah dan kontribusi bangunan yang kuat dengan lukisan dinding dan relief-relief.
Senin Bangun Dan Seni Lukis

Seni bangun, seperti piramida, kuil dan istana serta seni rupa, seperti pahat dan lukis berkembang mencapai puncaknya. Salah satu seni bangun Mesir kuno yang sampai sekarang masih terkenal adalah  Piramida. Para sarjana mencatat tidak kurang dari 30 piramida yang telah ditemukan tapi hanya 3 buah di wilayah Giza yang relatif masih lengkap. Piramida besar Kufu, tingginya 480 kaki, atau kira-kira 14,5 meter lebar 750 kaki atau kira-kira 25 Meter. Piramida ini dibangun diatas tanah seluar hampir 5 Ha.Untuk membangunnya diperlukan 2,3 juta batu dalam bentuk balok yang masing-masing balok beratnya 2,5 ton. Bagian dalam piramida yang tersusun dari batu kapur berwarna kekuning-kuningan itu terdapat dua bilik (bilik untuk makam raja dan untuk makam ratu) Makam ini juga dibangun dari tumpukan batu-batu yang disebut Mastaba. Selain  Mastaban juga terdapat monumen yang disebut Sphink. Monumen ini dianggap sebagai simbol kekuasaan raja.
KUIL
Dari segi arsitektur, sebagai kuil mempunyai elemen-elemen penting, yakni Pylon (tiang batu besar dan tinggi di depan kuil), pintu masuk dengan bangunan gapura besar yang dilengkapi tiang bendera, halaman yang dikelilingi tembok, aula dengan deretan kolom besar dan altar.
Sebelum pylon ditempatkan sepasang monumen batu besar yang disebut dengan obelisk.
Pada masa dinasti ke-4 sampai dinasti ke-12, terdapat beberapa kuil yang dibangun, seperti :
  1. Kuil Edfu di Tebes
  2. Kuil Amen di Luxor
  3. Kuil Amen di Karnak
  4. Kuil Abu Simbel yang dibangun Raja Ramses II.
Adapun kuil Deir El Bahri yang terletak di lembah di dekat Tebes, kuil ini dilengkapi dengan 3 teras besar, langit-langit di bagian ruang tengah yang luas itu disanggu beberapa tiang dari batu kapur dan dilengkapi dengan realif dan lukisan.
Bentuk bangunan dengan kolom-kolom seperti kat”Proto-Doric” atau bentuk seni bangun gaya Doria awal.
Dari segi arsitektur yang paling menarik adalah penggunaans kolom dengan bermacam-macam jenis, yakni jenis menara, kolom bunga lotus, Kolom bunga lotus sederhana, kolom daun palm dan kolom kepala Hathor.
Seni Patung Dan Seni Lukis
Dari kepercayaaan Mesir, muncul bentuk-bentuk patung, dewa, raja dan pendeta. Patung-patung kolosal masih terus diproduksi. Akan tetapi patung-patung berukuran kecil dengan bahan kayu atau batu banyak mendapat perhatian. Para seniman patung masa itu menaruh perhatian pada detail sekitar wajar, misalnya Patung Rohatep dan nofrat.
Pada masa kekuasaan dinasti ke-5 muncul seni patung kepala dari bahan kayu, patung ini sekaligus menunjukkan kebebasan seniman patung dalam berekspresi dan menentukan objeknya. Kehalusan penggarapannya dan diteil sangat jelas terlihat dalam patung ini.
Pada masa kekuasaan dinasti ke-3 muncul patung dada. Pada masa itu para seniman patung tidak saja memperkenalkan jenis patung baru, akan tetapi juga mulai mempergunakan bermacam-macam warna untuk pewarnaan patung batu seperti pada patung ratu Hatseput. Banyak sarjana barat yang mengakui kelebihan bangsa Mesir kuno. Tulisan Mesir kuno yang berupa gambar yang masing-masing gambar memiliki arti dan bungi (hieroglif), ilmu ukur (matematika). Sistem pengairan anatomi, kedokteran, seni bangunan, senirupa dan sistem kalender telah mempengaruhi kebudayaan Eropa.

KEBUDAYAAN CINA

Seni dan Arsitektur Negeri China dari zaman Neolithic ( Zaman Batu Baru)
sampai abad 20, memiliki prestasi yang paling penting bagi peradaban dunia hingga
sekarang. Prinsip yang mendasari semua aspek kultur budaya Cina memberikan
contoh dalam bidang seni. Seni dalam konteks arsitektur Cina adalah suatu
keseimbangan tradisi dan inovasi, pemikiran asing dan asli, serta religius dan
gambaran sekular.
Seperti didaerah-daerah lain, bangsa cina juga mempercayai beberapa filosofi
yang nantinya dipakai pedoman dalam meningkatkan kebudayaannya. Selain itu
filosofi ini juga nantinya digunakan pedoman dalam berbagai hal salah satunya dalam
perkembangan ilmu arsitektur-nya.

Adapun filosofi yang digunakan antara lain :
- Tien - Yuan Ti – Fang
Yaitu filosofi yang mengatakan bahwa langit berbentuk bulat
sedangkan bumi itu sebenarnya kotak (persegi). Dimana jika
ditelisik lebih mendalam, bentuk kotak/persegi merupakan lambang
keteraturan dan intelektualitas manusia dan bentuk bundar
merupakan lambang ketidakteraturan sifat alam. Filosofi ini
diterapkan pada arsitektur Cina, dimana bangunan yang berfungsi
tempat-tempat pemujaan kebesaran Tuhan memiliki bentuk dasar 4
bulat (lingkaran) sedangkan permukiman masyarakat memiliki
bentuk dasar kotak.
- Yin Yang
Adalah sebuah konsep dualitas yang saling bertentangan (oposisi)
satu dan lainya namun memiliki maksud untuk saling melengkapi
demi terciptanya keseimbangan, keselarasan dan keharmonisan
alam ini. Simbolisasinya merupakan roda lingkaran anasir Yin dan
Yang, dimana masing-masing anasir menguasai setengah bidang
lingkaran yang melambangkan hukum keseimbangan, juga roda
siklus kehidupan yang berputar aktif dan tidak statis. Contoh Yin-
Yang: Utara-Selatan, Laki-Perempuan, Air-Api, Siang-Malam.
Aplikasi Yin-Yang dalam ilmu arsitektur Cina adalah pada
pengguanaan sumbu-sumbu berlawanan pada tiap bangunan Cina
seperti Utara Selatan, Timur Barat.
- Feng Shui
Feng Shui adalah tradisi dari arsitektur Cina yang umumnya
berhubungan dengan pemilihan site, mendesain, konstruksi,
dekorasi interior dan eksterior. Kalau diartikan per kata Feng
berarti angin dan Shui berarti air. Feng Shui mengkombinasikan
antara Surga, Bumi, dan Manusia untuk mencari keselarasan antara
lokasi yang dipilih, orientasi, doktrin alam dan nasib manusia itu
sendiri.
Kemudian Feng Shui juga dipengaruhi oleh keberadaan
suatu lima elemen dasar, yaitu kayu, api, tanah(bumi), logam,
dan air. Dan kelima unsur tersebut di disimbolkan dengan arah
mata angin yang berbeda-beda.


KEBUDAYAAN ROMAWI

Kebudayaan Romawi yang mampu mempengaruhi dunia dapat kita lihat seperti :
1.Sistem ketentaraan yang telah terorganisir dengan rapi dan kuat
2. Sistem hukum yang telah mengikat (misal: code justianus)
3. Sistem demokrasi yang menerapkan balancing power antara kaisar (eksekutif) dengan    parlemen
4. pembangunan jalan yang modern dan bisa menghubungkan seluruh wilayah jajahan. Hal ini pernah ditiru oleh Daendels ketika membuat jalan pos dari Anyer-Panarukan (pantura)
5. Seni arsitekturnya yang khas, terutama pada ornamen tiangnya.
6.pengaturan sistem kemasyarakatan yang tertata menjadi beberapa strata sosial
7. Model pendidikan yang menekankan pada keluruhan budi (filsafat) dengan kekuatan fisik (kesatriaan)
8. Struktur organisasi keagamaan yang kemudian menjadi pondasi struktur ajaran nasrani.
9.Karakter budaya yang terbuka dan mau menerima unsur-unsur budaya asing.

Pada intinya, Romawi ini adalah cikal bakalnya peradaban Eropa saat ini.



KEBUDAYAAN ISLAM

1. Pengertian Sejarah Peradaban Islam
a. Pengertian Sejarah
Secara etimologis berasal dari kata arab “syajarah” yang mempunyai arti “pohon kehidupan” dan yang kita kenal didalam bahasa ilmiyah yakni History[1].
b. Karakteristik sejarah
Karakteristik sejarah dengan disiplinnya dapat dilihat berdasarkan 3 orientasi
Pertama : sejarah merupakan pengetahuan mengenai kejadian kejadian, peristiwa peristiwa dan keadaan manusia dalam masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan masa kini.
Kedua : sejarah merupakan pengetahuan tentang hokum hokum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau, yang di peroleh melalui penyelidikan dan analisis atau peristiwa peristiwa masa lampau.
Ketiga : sejarah ssebagai falsafah yang di dasarkan kepada pengetahuan tentang perubahan perubahan masyarakat, dengan kata lain sejarah seperti ini merupakan ilmu tentang proses suatu masyarakat.
c. Kegunaan sejarah
Sejarah mempunyai arti penting dalam kehidupan begitu juga sejarah mempunyai beberapa kegunaan, diantara kegunaan sejarah antara lain :
- Untuk keleatarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidup.
- Sejarah berguna sebagi pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh contoh di masa lampau, sehingga sejarah memberikan azas manfaat secara lebih khusus demi kelangsungan hidup.
- Sejarah berfungsi sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.
Dengan begitu pentingnya sejarah dalam kehidupan ini di dalam ALQur’an sendiri terdapat beberapa kisah para nabi dan tokoh masa lampau diantaranya:

2. Makna Peradaban Islam
Dari akar kata madana lahir kata benda tamaddun yang secara literal berarti peradaban (civilization) yang berarti juga kota berlandaskan kebudayaan (city base culture) atau kebudayaan kota (culture of the city). Di kalangan penulis Arab, perkataan tamaddun digunakan – kalau tidak salah – untuk pertama kalinya oleh Jurji Zaydan dalam sebuah judul buku Tarikh al-Tamaddun al-Islami (Sejarah Peradaban Islam), terbit 1902-1906. Sejak itu perkataan Tamaddun digunakan secara luas dikalangan umat Islam. Di dunia Melayu tamaddun digunakan untuk pengertian peradaban. Di Iran orang dengan sedikit berbeda menggunakan istilah tamaddon dan madaniyat. Namun di Turkey orang dengan menggunakan akar madinah atau madana atau madaniyyah menggunakan istilah medeniyet dan medeniyeti. Orang-orang Arab sendiri pada masa sekarang ini menggunakan kata hadharah untuk peradaban, namun kata tersebut tidak banyak diterima ummat Islam non-Arab yang kebanyakan lebih menyukai istilah tamaddun. Di anak benua Indo-Pakistan tamaddun digunakan hanya untuk pengertian kultur, sedangkan peradaban menggunakan istilah tahdhib[2].

Kata peradaban seringkali dikaitkan dengan kebudayaan bahkan, banyak penulis barat yang mengidentikan “kebudayaan” dan “peradaban” islam. Seringkali peradaban islam dihubungkan dengan peradaban Arab meskipun sebenarnya antara Arab dan Islam tetap bisa dibedakan. Adapun yang membedakan antara kebudayaan tersebut adalah dengan adanya peningkatan peradaban pada masa jahiliyah yang berasal dari kebodohan. Hal ini pada akhirnya berubah ketika islam datang yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW di Arab. Sehingga pada masanya kemudian islam berkembang menjadi suatu peradaban yang menyatu dengan bangsa Arab bahkan berkembang pesat kebagian belahan dunia yang lainnya, islam tidak hanya sekedar agama yang sempurna melainkan sumber peradaban islam itu sendiri.

Landasan peradaban islam dalah kebudayaan islam terutama wujud idealnya, sementara landasan kebudaan islam adalah agama[3]. Dalam islam tidak seperti masyarakat penganut agama yang lainnya, agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Jika kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama islam adalah wahyu dari peradaban.

Peradaban merupakan kebudayaan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimana kebudayaan tersebut tidak hanya berpengaruh di daerah asalnya tapi juga mempengaruhi daerah-daeerah lain yang menjadikan kebudayaan tersebut berkembang.

3. Sejarah peradaban Islam
Sejarah peradaban islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya, dan peradaban islam mempunyai berbgai macam pengetian lain diantaranya
- Sejarah peradaban islam merupakan kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang.
- Sejarah peradaban islam merupakan hasil hasil yang dicapai oleh ummat islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian.
- Sejarah perdaban islam merupakan kemajuan politik atau kekuasaan islam yang berperan melindungi pandangan hidup islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat.

4. Islam sebagai Peradaban
Konon, ketika Nabi menerima laporan bahwa ajakannya kepada Kaisar Romawi, Heraclitus untuk berpegang pada keyakinan yang sama (kalimatun sawa’) ditolak dengan halus, nabi hanya berkomentar pendek “sa uhajim al-ruum min uqri baiti” (Akan saya perangi Romawi dari dalam rumahku). Ucapan Nabi ini bukan genderang perang, ia hanya berdiplomasi. Tidak ada ancaman fisik dan juga tidak menyakitkan pihak lawan. Ucapan itu justru menunjukkan keagungan risalah yang dibawanya, bahwa dari suatu komunitas kecil di jazirah Arab yang tandus, Nabi yakin Islam akan berkembang menjadi peradaban yang kelak akan mengalahkan Romawi.

Dan Nabi benar, pada tahun 700 an, tidak lebih dari setengah abad sesudah wafatnya Nabi Muhammad (632 M), ummat Islam telah tersebar ke kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, dua kawasan yang dulunya jatuh ketangan Alexander the Great. Selanjutnya, Muslim memasuki kawasan yang telah lama dikuasai oleh Kristen dengan tanpa perlawanan yang berarti. Menurut William R Cook pada tahun 711 M – 713 M kerajaan Kristen di kawasan Laut Tengah jatuh ketangan Muslim dengan tanpa pertempuran, meskipun pada abad ke 7 kawasan itu cukup makmur. Bahkan selama kurang lebih 300 tahun hampir keseluruhan kawasan itu dapat menjadi Muslim. Baru pada abad ke sebelas kerajaan Kristen di kawasan itu mulai melawan Muslim. Demitri Gutas dengan jelas mengakui:

“…..pada tahun 732 M kekuasaan dan peradaban baru didirikan dan disusun sesuai dengan agama yang diwahyukan kepada Muhammad, Islam, yang berkembang seluas Asia Tengah dan anak benua India hingga Spanyol dan Pyrennes.”

Gutas bahkan menyatakan bahwa dengan munculnya peradaban Islam, Mesir untuk pertama kalinya, sejak penaklukan Alexander the Great, dapat dipersatukan secara politis, administratif dan ekonomis dengan Persia dan India dalam jangka waktu yang cukup lama. Perbedaan ekonomi dan kultural yang memisahkan dua dunia yang berperadaban, Timur dan Barat, sebelum Islam datang yang dibatasi oleh dua sungai besar dengan mudahnya lenyap begitu saja.

Sudah tentu proses kejatuhan Romawi tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Edward Gibbon dalam The Decline And Fall Of The Roman Empire menyatakan bahwa periode kedua dari merosot dan jatuhnya Kekaisaran Romawi disebabkan oleh lima faktor: pertama di era kekuasaan Justinian banyak wewenang memberi kepada Imperium Romawi di Timur; kedua adanya invasi Italia oleh Lombards; ketiga penaklukan beberapa provinsi Asia dan Afrika oleh orang Arab yang beragama Islam; keempat pemberontakan rakyat Romawi sendiri terhadap raja-raja Konstantinopel yang lemah; dan terakhir munculnya Charlemagne yang pada tahun 800 M mendirikan Kekaisaran Jerman di Barat.

Jadi penyebab kejatuhan Romawi merupakan kombinasi dari berbagai faktor, seperti problem agama Kristen, dekadensi moral, krisis kepemimpinan, keuangan dan militer. Dan di antara faktor terpenting penyebab kajatuhan Romawi adalah datangnya Islam. Pernyataan Nabi yang diplomatis itu nampaknya terbukti. Nabi tidak pernah pergi menyerang Romawi Barat maupun Timur, tapi datangnya gelombang peradaban Islam telah benar-benar menjadi faktor penyebab kejatuhan Romawi. Ini juga merupakan bukti bahwa Islam sebagai din yang menghasilkan tamaddun yang dapat diterima oleh bangsa-bangsa selain bangsa Arab. Sebab Islam membawa sistem kehidupan yang teratur dan bermartabat, sehingga mampu membawa kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Jadi Islam diterima oleh bangsa-bangsa non Arab karena universalitas ajarannya alias kekuatan pancaran pandangan hidupnya.

Ketika Kaisar Persia Ebrewez, cucu Kaisar Khosru I, merobek-robek surat Nabi sambil berkata :”Pantaskah orang itu menulis surat kepadaku sedangkan ia adalah budakku”, Nabi pun berkomentar pendek “Semoga Allah merobek-robek kerajaannya”. Dan Sabda Nabi kembali terbukti bahwa sesudah itu putera Kaisar yang bernama Qabaz merebut kekuasaan dengan membunuh Kaisar Ebrewez, ayahnya sendiri. Qabaz pun kemudian hanya berkuasa empat bulan saja lamanya. Selanjutnya kekaisaran Persia itu berganti-ganti hingga sepuluh kali dalam masa empat tahun. Ia benar-benar porak poranda. Akhirnya, rakyat mengangkat kaisar Yazdajir dan pada masa inilah Persia tidak berdaya ketika tentara Islam datang. Sejak itu kekaisaran Persia benar-benar runtuh.

Sebagaimana sikapnya terhadap kekaisaran Romawi, Nabi tidak keluar rumah untuk menjatuhkan (merobek-robek) kekaisaran Persia. Nabi hanya menyerbarkan Islam yang memang merupakan peradaban yang memiliki konsep ketuhanan, kemanusiaan dan kehidupan yang jelas dan teratur. Di Indonesia, Islam masuk tanpa peperangan. Islam masuk dan diterima oleh masyarakat yang telah memiliki kepercayaan Hindu yang kuat. Namun karena kekuatan konsepnya Islam mudah merasuk kedalam pandangan hidup masyarakat nusantara waktu itu, maka dalam kehidupan secara menyeluruh. Ini bukti bahwa Islam tersebar bukan melulu karena pedang. Islam tersebar, menguasai dan menyelamatkan (mengislamkan) masyarakat di kawasan-kawasan yang didudukinya. Tidak ada eksploitasi sumber alam untuk dibawa ke daerah darimana Islam berasal. Tidak ada pertambahan kekayaan bagi jazirah Arab. Tidak ada kemiskinan akibat masuknya Muslim ke kawasan yang didudukinya. Daerah-daerah yang dikuasai atau diselamatkan ummat Islam justru menjadi kaya dan makmur. Itulah watak peradaban Islam yang sangat berbeda dari peradaban Barat yang eksploitatif[5].

5. Peran dan Fungsi Manusia Sebagai Pembuat Peradaban

Dalam perspektif islam manusia sebagai pelaku sekaligus pembuat peradaban memiliki kedudukan dan peran inti, kedudukan dan posisi manusia di kisahkan dalam Al Qur’an diantaranya:

- Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling utama Allah. Sebagai konsekwensi logis manusia memilki kebebasan yang bertanggung jawab, dalam arti yang seluas luasnya dan pada dimensi yang beragam yang pasa gilirannya merupakan amanat yang harus di pikul.
- Guna mengemban tugasnya sebagai mahluk yang di mulyakan Allah, tidak sepeti ciptaan Allah yang lain. Semuanya mempunyai tekanan yang sama yaitu agar manusia menggunakan akalnya hanya untuk hal hal yang positif sesuai dengan fitrah dan panggilan hati nuraninya, dan amatlah tercella bagi orang yang teperdaya oleh hawa nafsu terlepas dari kemanusiaannya dan fitrahnya.dan dalam hal ini

B. Ruang Lingkup Sejarah Peradaban Islam

Tanda wujudnya peradaban, menurut Ibn Khaldun adalah berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, geometri, aritmetik, astronomi, optic, kedokteran dsb. Bahkan maju mundurnya suatu peradaban tergantung atau berkaitan dengan maju mundurnya ilmu pengetahuan. Jadi substansi peradaban yang terpenting dalam teori Ibn Khaldun adalah ilmu pengetahuan. Namun ilmu pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya. Karena itu suatu peradaban atau suatu umran harus dimulai dari suatu “komunitas kecil” dan ketika komunitas itu membesar maka akan lahir umran besar. Komunitas itu biasanya muncul di perkotaan atau bahkan membentuk suatu kota. Dari kota itulah akan terbentuk masyarakat yang memiliki berbagai kegiatan kehidupan yang daripadanya timbul suatu sistem kemasyarakat dan akhirnya lahirlah suatu Negara. Kota Madinah, kota Cordova, kota Baghdad, kota Samara, kota Cairo dan lain-lain adalah sedikit contoh dari kota yang berasal dari komunitas yang kemudian melahirkan Negara. Tanda-tanda lahir dan hidupnya suatu umran bagi Ibn Khaldun di antaranya adalah berkembanganya teknologi, (tekstil, pangan, dan papan / arsitektur), kegiatan eknomi, tumbuhnya praktek kedokteran, kesenian (kaligrafi, musik, sastra dsb). Di balik tanda-tanda lahirnya suatu peradaban itu terdapat komunitas yang aktif dan kreatif menghasilkan ilmu pengetahuan.

Namun di balik faktor aktivitas dan kreativitas masyarakat masih terdapat faktor lain yaitu agama, spiritualitas atau kepercayaan. Para sarjana Muslim kontemporer umumnya menerima pendapat bahwa agama adalah asas peradaban, menolak agama adalah kebiadaban. Sayyid Qutb menyatakan bahwa keimanan adalah sumber peradaban. Meskipun dalam paradaban Islam struktur organisasi dan bentuknya secara material berbeda-beda, namun prinsip-prinsip dan nilai-nilai asasinya adalah satu dan permanent. Prinsip-prinsip itu adalah ketaqwaan kepada Tuhan (taqwa), keyakinan kepada keesaan Tuhan (tauhid), supremasi kemanusiaan di atas segala sesuatu yang bersifat material, pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan penjagaan dari keinginan hewani, penghormatan terhadap keluarga, menyadari fungsinya sebagai khalifah Allah di Bumi berdasarkan petunjuk dan perintahNya (syariat).

Karena islam lahir di Arab, maka isi dari ruang lingkup dari sejarah peradaban islam membahas tentang riwayan nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu tuhan sejak beliau belum dilahirkan sampai beliau wafat, perjuang-perjuangan nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama islam, kemajuan islam yang diteruskan oleh para sahabatnya masa disintregrasi, masa kemunduran, penyebaran islam dibelahan dunia barat hubungan perkembangan islam di negara kita ini serta pusat-pusat peradaban islam.

KEBUDAYAAN NASRANI

NASRANI berasal dari nama kota kecil yang terletak di kaki bukit sebelah selatan Yerusalem,yakni "NAZARETH".Nama sebuah tempat,dimana Isa kecil di asuh dan di besarkan.Agama Nasrani,dalam bahasa Arab disebut "NASHOROH",yang artinya pertolongan,karena menurut orang Arab[Islam] kedatangan Isa Almasih itu,merupakan pertolongan bagi umatnya.Dalam bahasa aslinya,agama ini disebut "NAZARENES" yang artinya:pengikut orang Nazareth.Agama ini disebut juga agama "KRISTEN",berasal dari kata "KRISTUS" [bahasa yunani] yang artinya "DI URAPI".Istilah ini berasal dari kebiasaan Israel kuno,yang tidak memahkotai Raja-Raja mereka,namun mengurapinya,yakni menggosok dengan minyak suci sebagai tanda "KONSEKRASI" atau pensucian atau pengesahan.Nama ISA,dalam bahasa Yunani disebut "YESUS",dan istilah inilah yang lebih umum digunakan dalam lingkungan umat Nasrani dewasa ini.Yesus disebut Kristus,karena dia dianggap sebagai Raja Yahudi yang dinanti-nantikan,untuk memberikan kelepasan kepada umatnya.
Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember,di desa "BETHLEHEM".Menurut Perjanjian Baru,dia adalah anak Maria[Maryam] dan berasal dari keturunan Nabi Daud,sehingga disebut juga sebagai "ANAK DAUD".Ayahnya adalah "YUSUF DARI NAJER" seorang tukang kayu yang tinggal di Nazareth.Namun secara biologis,Isa Almasih bukan anak Yusuf.Karena Maria sudah hamil,semasa masih bertunangan dengan Yusuf,yang mana kehamilannya itu adalah dari "ROH KUDUS".Pada suatu malam,ketika Maryam sedang beribadah,tiba-tiba di hadapannya telah berdiri seorang pria tampan.Alangkah terkejutnya Maryam,sebab selama ini dia berada di tempat yang tidak pernah seorangpun masuk dan menghampirinya.Namun orang asing itu memberi isyarat agar Maryam tenang dan jangan khawatir sambil berkata:"Aku diutus untuk memberikanmu putra yang suci.Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi.Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya,takhta Daud bapak leluhur-Nya.Dan Ia akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub,sampai selama-lamanya dan kerajaan-Nya tiada berkesudahan."{Lukas 1:32-33}
Yesus sejak kecil diasuh oleh para Rahib Yahudi di Yerusalem,yang mengajarkan hukum-hukum Taurat serta berusaha mendidiknya agar menjadi Imam[ulama] Yahudi.Namun setelah dewasa,Yesus sering menentang dan membantah pendapat-pendapat serta berbagai praktek ibadah para Rahib Yahudi tersebut,sebab mereka dalam mengamalkan hukum-hukum Taurat,banyak menyeleweng dari ajaran aslinya.Argumen-argumen Yesus banyak menundukkan mereka.Sebab itulah banyak di antara para Rahib yang menaruh dendam terhadapnya,yang ternyata pada akhirnya menjadi malapetaka pada dirinya kelak,yakni berupa fitnah yang membawa pada kematiannya.

Yesus Kristus berdaya upaya hendak mengembalikan kesucian syariat Musa serta melenyapkan adat istiadat yang buruk.Dalam kurun waktu 3 tahun,dia memperoleh 12 murid setia[yang kemudian disebut 12 Rasul Yesus Kristus],72 orang pengikut setia,dan selebihnya simpatisan.Namun konon,dari 12 murid itu,ada satu murid yang mengkhianatinya,yaitu yang bernama "YUDAS ISKARIOT".Dia kemudian melaporkan dan menunjukkan tempat persembunyian Yesus kepada para Rahib dan tentara Romawi yang memang benci pada Yesus.Yudas memimpin sendiri pengepungan dan penangkapan Yesus di sebuah kebun.Dalam saat yang genting itu,banyak murid-muridnya yang lari menyelamatkan diri.

Akhirnya Yesus di giring dan di serahkan pada Gubernur Romawi "PONTIUS PILATUS".Mula-mula ia tidak menghukum matinya,namun karena desakan para Imam Yahudi akhirnya Yesus pun disalibkan di sebuah tempat yang bernama "GOLGOTA"[Bukit Tengkorak].Alhasil,menurut keyakinan umat Kristen saat ini,Yesus Kristus mati di kayu salib adalah untuk menebus dosa umat manusia yang percaya dan mengimaninya sebagai "JURU SELAMAT".Dia bangkit pada hari ke-3 serta menunjukkan kebesaran dan kemuliaanya kepada semua orang.Dan 40 hari kemudian dia naik ke langit dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

"Akulah Kebangkitan dan Hidup.Barang siapa percaya pada-Ku,ia akan hidup walaupun ia sudah mati,..."{Yohanes 11:25-26}
Adapun Kitab Suci yang di imani umat Kristen,adalah "INJIL".Secara bahasa,pengertian Injil di adopsi dari bahasa Yunani yaitu dari kata "EVANGELION" yang di artikan sebagai kabar gembira,tentang akan datangnya Juru Selamat.Namun di samping kitab Injil,umat Nasrani tetap mengakui kitab-kitab suci umat Yahudi yang terhimpun dalam apa yang mereka namakan dengan "PERJANJIAN LAMA" atau "OLD TESTAMENT".Walaupun mereka tidak lagi melaksanakan hukum-hukumnya[hukum Taurat],namun mereka tetap memasukan Perjanjian Lama sebagai bagian dari Alkitabnya.Hal ini dimaksudkan untuk melihat ayat-ayat yang berisi nubuat[berita kedatangan] Yesus Kristus,dan untuk mengetahui kisah-kisah umat Israel pra Yesus.Sehingga Alkitab yang beredar di tangan uman Kristen saat ini,baik Katolik maupun Protestan,terbagi atas 2 bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan satu bagian lagi yang mereka namakan "PERJANJIAN BARU" atau "NEW TESTAMENT".

Perjanjian Baru adalah:himpunan beberapa Injil dan Surat-Surat para Rasul Kristus,yang intinya berisi ajaran-ajaran Yesus serta para murid-muridnya.Kitab Perjanjian Baru ini,konon di tulis oleh para murid Yesus sesudah ia tiada,sesuai dengan ingatan mereka masing-masing.Kitab ini mulai ada secara utuh seperti yang ada sekarang ini,yaitu antara tahun 50 dan 100 M.Secara garis besar,Perjanjian Baru meliputi kesaksian tentang peran Yesus Kristus,sejarah terjadinya Gereja,uraian-uraian tentang keimanan dan hidup secara Kristen,dan tentang kedatangan Kerajaan Allah.Bagian terpenting dalam Perjanjian Baru ini serta menelan jumlah halaman terbesar dari keseluruhan isinya,ada 2 bagian:
I.4 INJIL;
A.Injil Matius.
B.Injil Markus.
C.Injil Lukas.
D.Injil Yohanes.
II.SURAT-SURAT PAULUS,yang terkirim kepada Jemaat di:Roma,Korintus,Galatia,Ephesus,Philipi,Kolose,Tesalonika, dan kepada 3 misionarisnya yaitu Timotius,Titus dan Pilemon.

Setelah Yesus tiada,beberapa abad kemudian dalam agama Nasrani terjadi perpecahan hebat di karenakan adanya perbedaan pandangan tentang berbagai masalah,antara lain dalam hal:
1.Theologia.
2.Masalah penafsiran dan penyusunan Kitab-Kitab Injil.
3.Masalah pengganti Yesus,setelah Yesus di salib.
4.Masalah ritus dan ritual keagamaan lainnya.

Dari sekian banyak aliran dan sekte Kristen,ada 3 sekte yang mempunyai prinsip dan perbedaan yang nampak jelas:
1.GEREJA KATOLIK ROMA atau GEREJA BARAT LATIN[Patriarch/Rasuli].Katolik artinya:"Jelata Umum",sebab ia mengklaim bahwa ialah Ibu[Induk] dan Guru semua gereja dan oleh karena ia sendiri yang menyebarkan agama Nasrani di seluruh dunia.Di namakan pula Gereja Barat Latin,karena luas pengaruhnya terutama di barat latin,yaitu Italia,Belgia,Perancis,Spanyol,dan Portugis.Di namakan Gereja Rasuli,karena pendirinya adalah Petrus Rasuli,murid terbesar dan tertua di antara 12 murid Yesus.Dan Paus di Roma adalah Khalifahnya.
2.GEREJA KRISTEN ORTODOKS.Di namakan pula GEREJA YUNANI,oleh karena kebanyakan pengikutnya di Romawi Timur,dan Eropa Timur seperti Rusia,Balkan,dan Yunani.Pusat asalnya dulu adalah Konstantinopel[Turki],dan merupakan pecahan dari Gereja Katolik di masa Michael Karolarius.Gereja ini merdeka dan tidak di pimpin oleh Paus.
3.GEREJA PROTESTAN.Di namakan pula GEREJA INJIL,menunjukkan bahwa pengikut-pengikutnya hanya mengikuti Injil semata dan menentang Kepausan.Protestan terutama tersiar di Jerman,Inggris,Denmark,Belanda,Swiss,Norwegia dan Amerika Utara.


Adapun berkembangnya Protestan itu adalah karena adanya Protes terhadap ajaran dan praktek gereja yang sudah berubah di abad pertengahan.Dan yang menjadi puncak pertikaian ialah tentang "Penjualan Surat Penghapusan Dosa".Surat tersebut memuat penghapusan hukuman yang akan di derita di dunia dan neraka.Kebijakan beberapa Pendeta itu mengundang Protes Pendeta-Pendeta lainnya.Salah seorang Pendeta yang tidak setuju dengan penjualan Surat Pengampunan Dosa ialah "Martin Luther",seorang Pendeta yang merangkap Guru Besar Sekolah Tinggi Wittenberg di Sachsen,Jerman.Puncak krisis pertikaian ini adalah pada saat "Paus X" menganjurkan penjualan Surat Pengampunan Dosa secara besar-besaran di Jerman.Tokoh-tokoh lain yang seirama dengan Luther adalah Zwingli dari Swiss dan John Calvin dari Noyon,Perancis Utara.

Perbedaan Utama antara Katolik dan Protestan:
1.Katolik Roma dan Protestan,sama-sama menghormati Bibel[Alkitab] sebagai kitab sucinya.Namun Bibel milik Katolik,isinya lebih banyak/tebal daripada milik Protestan.Beberapa Kitab dalam Bibel Katolik di anggap tidak layak untuk menjadi bagian kitab suci,dan harus di tolak oleh orang Protestan.Kitab tersebut adalah;
-Kitab Tobit.
-Kitab Yudit.
-Kitab Kebijaksanaan Salomo.
-Kitab Barukh
-Surat dari Nabi Yeremia.
-Kitab I dan II Makabe.
-Tambahan-tambahan pada Kitab Daniel.
-Tambahan-tambahan pada Kitab Ester.
-Kebijaksanaan Yesus bin Sirakh.

ABAD RENAISANS

Pada abad 17 berkembanglah dunia pelayaran dan perdagangan. Di Inggris  banyak berdiri kongsi dagang seperti : EIC, Virginia Co, Plymouth Co dan Massachussets Bay Co.
Tidak diketahui kapan tepatnya revolusi industri dimulai. Ada yang berpendapat bahwa revolusi industri dimulai sejak Abad Pencerahan, bahkan ada juga yang berpendapat  sejak masa Yunani. Akan tetapi secara umum dikatakan bahwa revolusi industri berawal dari negara Inggris sekitar tahun 1760. Inggris mendahului negara-negara lainnya dalam hal pembangunan pabrik-pabrik yang menggunakan mesin-mesin berat.
Revolusi industri, pertama kali, ditandai dengan penggunaan mesin untuk pabrik pemintalan kapas. Dari tahun 1760 sampai 1870 banyak disaksikan penggunaan mesin-mesin ini. Salah satu yang dikembangkan adalah mesin pemintal benang yang diberi nama “Jenny” yang diciptakan James Hargreaves, pada tahun 1767, yang diambil dari nama istrinya. Hanya saja, mesin ini ternyata tidak kuat, sampai di temukannya kerangka air oleh Ricard Arkwight dua tahun kemudian. Pada tahun 1779, Samuel Croupton menggabungkan alat pemintal “Jenny” dengan karangka air menjadi sebuah mesin yang diberi nama “Mule”. Salanjutnya, ditemukan juga mesin tenun oleh Cartwright pada tahun 1785 yang disempurnakan beberapa tahun kemudian.Penemuan-penemuan ini, pada gilirannya mendorong munculnya sistem pabrik. Sebab, mesin pemintal benang, kerangka air, penggulung benang dan lainnya adalah mesin-mesin besar dan berat yang tidak bisa dipasang di kedai yang dioperasionalkan oleh seorang pekerja. Artinya, disini perlu dana dan lahan yang besar. Untuk itulah, maka pada pertama kalinya, tahun 1771, Ricard A, penemu mesin kerangka air, mendirikan sebuah pabrik.
Mesin Pemintal


Pada perkembangan selanjutnya, dengan ditemukan mesin uap  yang bisa dipergunakan sebagai penggerak mesin berat, sistem pabrik menjadi semakin berkembang.   Pada gilirannya, sistem kerja mesin-mesin dalam pabrik ini kemudian melahirkan temuan-temuan mesin baru yang mendorong lahirnya industri-industri besar berikutnya.Pada tarap berikutnya, munculnya industri-industri besar hasil penemuan mesin-mesin “sederhana” sebelumnya, melahirkan penemuan dalam bidang tranportasi, kereta api, kendaraan bermesin (otomobil), navigasi uap (kapal uap), telegram dan alat-alat pertanian. Kenyataan ini, pada gilirannya juga melahirkan industri baru untuk mendukung  penemuan-penemuan tersebut.Penemuan –penemuan lainya :
a. John Kay menemukan kumparan terbang.
b. Edmund Cartwright menemukan alat tenun dengan tenaga uap tahun 1785.
c. James Watt menemukan mesin uap yang dipatenkan pada tahun 1796.
d. George Stephenson menemukan Kereta Api yang dinamakannya “Rocket” pada tahun 1829.Atas hasil temuannya James Watt sering digelari sebagai Bapak Revolusi Industri walaupun sebenarnya penemuannya merupakan penyempurnaan dari mesin uap hasil penemuan Thomas New Comen tahun 1712.
Mesin Uap Watt

Penemuan berikutnya tidak hanya dibidang mesin produksi tekstil saja tetapi juga alat transportasi darat, laut dan udara, elektronika yaitu pesawat telepon, telegraph dan radio serta bidang kimia. Penemuan tidak hanya di Inggris melainkan juga merambah ke negara lain seperti Perancis, Italia, Belanda,  Amerika Serikat , dst.
“Rocket” George Stephenson
Untuk sampai pada tingkat industri modern, pembuatan barang-barang dimulai dari tingkat kerajinan yang secara bertahap berkembang sebagai berikut:
a.Domestic System (kerajinan rumah tangga), ciri - cirinya adalah:- pengrajin membuat barang-barang di rumah masing-masing dan dikerjakan secara manual.- menggunakan alat produksi yang masih trasidional milik sendiri.- hasil produksi dijual kepada pengusaha
b. Industri Manufaktur- pekerja bekerja di rumah majikan dengan alat produksi yang masih digerakkan dengan tenaga manusia- jumlah pekerja sekitar 10 orang- rumah majikan berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat bekerja sekaligus tempat berjualan.
c.Factory System - memproduksi barang-barang secara masal- menggunakan mesin- tempat berproduksi di kawasan industri terpisah dengan tempat tinggal dan tempat penjualan barangIndustrialisasi berkembang pesat di Inggris buktinya jika pada abad 17 Inggris mengimpor bahan katun dari India yang disebut Kaliko maka setelah revolusi industri India berbalik mendatangkan kain buatan Inggris. Pada tahun 1851 ratu Victoria membuka pameran mesin-mesin. Selain itu pada peta di bawah ini tampak bertebaran pusat-pusat industri dan pertambangan di seluruh Inggris.;

MODERN

Zaman modern biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur, penemuan Amerika oleh Christopher Columbus, dimulainya Zeitgeist dan reformasi gereja oleh Martin Luther.
Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi. Dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, seni modern, politik, iptek, dan budaya tak hanya mendominasi Eropa Barat dan Amerika Utara, namun juga hampir setiap jengkal daerah di dunia. Termasuk berbagai macam pemikiran yang pro maupun yang kontra terhadap dunia Barat. Peperangan brutal dan masalah lain dari masa ini, banyak diakibatkan dari pertumbuhan yang cepat, dan hubungan antara hilangnya kekuatan norma agama dan etika tradisional. Hal ini menimbulkan banyak reaksi terhadap perkembangan modern. Optimisme dan kepercayaan dalam proses yang berjalan di tempat telah dikritik oleh pascamodernisme sementara dominasi Eropa Barat dan Amerika Utara atas benua lain telah dikritik oleh teori pascakolonial.


FUTUR ABAD 21

Abad adalah lama waktu/masa dalam kurun waktu seratus tahun, mulai hari pertama tahun 1 sampai hari terakhir tahun 100, sedangkan millennium adalah masa dari hari pertama tahun 1 hingga hari terakhir tahun 1000, dan millennium kedua adalah hari pertama tahun 1001 hingga hari terakhir tahun 2000, selanjutnya tahun 2001 hingga tahun 3000 nanti adalah millennium ketiga.
Pada masa sekarang orang mengartikan sebagai "Abad ke 21" tidak diartikan sebagai masa100 tahun, tetapi kita memasuki rentang yang baru sekali yaitu abad ke 21.
Pada abad ke 21 ini telah terjadi perubahan dunia yang sangat membawa dampak terhadap kehidupan manusia terutama dalam dunia teknologi, sehingga dimasa sekarang ini akan terjadi pula kecenderungan berpikir manusia ke arah ;
" Immanensi" (Latin: immanere, to remain in) adalah kecenderungan manusia untuk menyimpulkan segala sesuatu dengan bertitik tolak semata-mata dari alam dan natur manusia.
“ Penekanan hanya pada aspek creature, time, finite quality. Artinya menolak segala sesuatu yang berciri ilahi dan hukum moralitas yang teosentris. Prinsip uniformitas ini mengakibatkan manusia mengesampingkan segala yang unik dan normatif dalam semua fakta telah tercatat dalam sejarah dan peristiwa yang nyata dialami manusia.
" Eksistensialisme adalah usaha untuk membangun sistem filsafat yang berangkat dari titik tolak manusia sebagai pembuat dan penentu atas pemikiran dan segala sesuatu yang beredar dalam lingkaran kehidupan ini. Pemeluk eksistensialisme percaya bahwa manusia memiliki kapasitas eksistensi yang potensial dalam kehidupannya.” Dalam suasana dunia yang serba semakin menyatu dewasa ini fakta tentang pluralitas kehidupan manusia bukanlah sesuatu yang baru. Menurut Leslie Newbigin langkah awal untuk memahami keadaan ini adalah dengan terlebih mengakui adanya pluralitas itu sendiri.


sumber: http://id.wikipedia.org/, http://www.google.co.id